Kesana kemari menuntut ilmu Pakaian serba baru Tampak di lensa aplikasi biru Kian enggan rupanya menurunkan dagu
"Sepeti yang saya alami" begitu awal ceritamu
Meliak liuk melesat bagai peluru
Masih hari pertama ku jamu
Apa sudah lupa denganku?
Di tepi laut dan bersiteru
Pongah liar seraya merasa seru
Untuk apa semua itu?
Harga pangan yang tak naik buru-buru
Melempar pancing dan berlalu
Memasang bubu untuk ditunggu
Pilihan untuk saling mengguru
Berhenti sejenak untuk memesan gelas baru
Belum juga habis gelas yang satu
Tak sabar, buru-buru
Indah romansa masa lalu
Hebat.. baru hanya tamat 2 buku
Terniat rasanya si kakak membagi ilmu
"Garam itu rasanya asin" dari meja sebelah terdengar si paman memberitahu
Kami perlahan malu
Menurunkan muka hingga menatap lantai batu
Paman menghentikan rentetan kalimat yang berlalu
Bahkan gelas baru, tak dapat menyentuh lidah kaku
Dari belakang, samping depan aku mencari-cari pintu
Tak tahan malu, berupaya membantu si pembantu
Kembali lusa ataupun hari sabtu
Meski 20 buku lepas liar sejak hari minggu
Jika untuk datang menawar ilmu
Jangan seperti gelas baru
-------------------------------
Kep. Natuna : Postingan ini sebagai reminder untuk diri saya bahwa tidak boleh sombong dan merasa paling tahu.