Hardiko Blog
Blog ini merupakan tempat untuk berbagi segala hal dengan pengunjung. Semoga semua yang di posting bisa bermanfaat dan dipergunakan seperlunya. Semua yang diposting masih coba-coba.
HIDUP DI PULAU DERAWAN
LUPA CERITA DOSA
Lebih kurang sama
Tak cukup dengan sekedar berbicara
Kita perlukan pendalaman cerita
Pasti ada yang terlupa
Entah cara berbelanja entah cara membanting selera..
Tarik menarik kopi hingga lupa "jam berapa?"
Ternyata dosa yang belum tercerna oleh pahala
Disitulah akhir dari malam buta.
Kita tutup telinga, teruskan hanya sekedar berbicara..
-------------------------------
Kab. Berau : Semua ada masanya, jaya tidak selamanya.
LAGA SI PERINDU
Waktu memaksa untuk dewasa si perindu, tungkainya bertambah panjang setiap mau petang. Di lingkungan ini, ia bukan ternama. Tapi namanya cukup untuk untuk orang percaya. Siang bagai romansa buta, hanya malam yang kian membuat ia merasa.
Bagaimana tidak, sudah dua masing-masing temannya punya keluarga. Bagi si Perindu keluarga hanya Alm. Ayah, Alm. Ibu. Masih tersisa 2 kakak beradik lain pun tersebar dari Aceh hingga Malang. Layaknya petualang mereka asik berkeliling hingga lupa bertanya kabar saling menyapa. Kesepian sudah si Perindu di dunia.
Suatu hari asyiklah ia berselancar dunia "maya", tanpa ia sadari menemukan dunia yang penuh cerita bahagia. Sebagai manusia ia juga ingin mencoba untuk "bahagia" layaknya orang-orang. Dari petang, tidak berhenti ia berjalan hingga malam pun tiba. Maka mulai lah nyaman dengan dunianya.
Tidak banyak yang dilakukan, hanya mencari tahu bagaimana rasanya bahagia. Pencarian nya menambah rasa penasaran, satu pertanyaan timbul setelah menemukan satu jawaban. Rasa bahagia itu pelan-pelan memaksanya. Kian lupa waktu, si perindu kini semakin jauh berjalan, hingga subuh pun masih petantang-petenteng karena tidak ada jua keluarga mencari.
Larut tubuhmu dalam bahagia, dunia maya.
Lebur hati menjaga romansa.
Tidak harus mencoba, sebenarnya..
Apa daya, sudah jauh dari keluarga pula..
-------------------------------
Kep. Natuna : Reminder untuk tidak terjebak dalam suatu kesenangan yang bersifat sementara.
BIAS GELAS KOPI
Kesana kemari menuntut ilmu Pakaian serba baru Tampak di lensa aplikasi biru Kian enggan rupanya menurunkan dagu
Munafik
Jangan percaya kepada Yudas-yudas, bunglon-bunglon. Di zaman kita ini lebih mudaj kehilangan kepercayaan daripada sarung tangan tua, dan saya sudah kehilangan kepercayaan itu!
